Tampilkan postingan dengan label Analis Kesehatan. Tampilkan semua postingan
[KIMIA AIR MAKANAN DAN MINUMAN] - Teknik Pengambilan Sampel Air Keran, Sungai/ Danau, dan Sumur
Metode : Cara Langsung
Dasar Teori :
Dalam teknik pengambilan sampel bahan-bahan yang digunakan harus steril. Bahan-bahan dapat disterilkan dengan menggunakan oven atau nama lainnya adalah Autoclave. Pada semua jenis sampel, penutup wadahnya tidak boleh dibuka dari bungkusannya sebelum digunakan, tujuannya adalah agar penutup wadah tersebut tidak terkontaminasi. Dan khusus pada pengambilan sampel air sumur, kemungkinan tercemar/terkontaminasi lebih besar dibanding dengan pengambilan sampel air keran dan sungai karena pengambilan sampel air sumur cukup lama, apalagi jika kedalaman sumur cukup jauh.
Alat :
- Kertas kopi
- Kapas alkohol
- Lap bersih
- Tali kasur
- Botol reagen
- Oven (Autoclave)
- Lampu spirtus
Cara kerja :
- Teknik pengambilan sampel air keran
- Bersihkan keran dari setiap benda yang menempel dengan menggunakan lap bersih.
- Membuka keran sehingga air mengalir secara maksimal selama 1-2 menit.
- Mensterilkan keran selama 1 menit dengan api dari kapas yang dicelupkan kedalam alkohol (kapas alkohol) dalam keadaan keran tertutup.
- Setelah pretreatmen selasi, sudah bisa melakukan pengambilan sampel dengan membuka keran terlebih dahulu.
- Membuka botol steril dari bungkusannya.
- Mengisi botol sambil memegang penutup yang masih terbungkus (steril) yang mukanya menghadap kebawah.
- Botol segera ditaruh dibawah air keran dan sisakan sedikit udara di dalam botol agar dapat dikocok pada saat akan diperiksa (sebelum dianalisa).
- Botol ditutup, tetapi bungkusan tutup botol dibuka terlebih dahulu dan botol langsung ditutup.
- Botol yang telah berisi sampel dibungkus kembali dengan menggunakan kertas kopi dan tali agar cahaya tidak langsung mengenai sampel air tersebut.
- Teknik pengambilan sampel air sungai / danau
- Pegang botol pada bagian agak kebawah (1/2 bagian dari botol).
- Celupkan kedalam air sungai sedalam kira-kira 20 cm dengan bibir sedikit menghadap keatas, tetapi apabila ada aliran dalam air sungai / danau mulut botol harus menghadap arah datangnya aliran air.
- Bungkusan tutup botol baru dibuka dengan mukanya menghadap kebawah, lalu botol langsung ditutup.
- Teknik pengambilan sampel air sumur
- Didekat sumur ikatkan batu dengan ukuran yang cukup dengan tali pada botol sampel.
- Ambil tali sepenjang 20 m yang digulung dan diikatkan pada botol.
- Turunkan botol kedalam sumur dengan pemberat batu.
- Lepas gulungan tali perlahan-lahan. Jangan biarkan botol menyentuh dinding sumur.
- Tenggelamkan botol sepenuhnya kedalam air sampai kedasar sumur.
- Setelah terisi, angkat tali keatas dan bila airnya penuh buang sebagian agar ada ruang udara.
- Segera tutup botol dengan penutup yang steril.
- Cara mensterilkan botol sebagai wadah sampel
- Bungkus seluruh botol dengan kertas kopi.
- Ikat botol dengan tali kasur.
- Disterilkan di dalam oven (Autoclave).
- Setelah selesai botol yang telah disterilkan diangkat dari oven (Autoclave).
- Botol tetap dalam keadaan terbungkus sampai tiba saatnya akan digunakan, baru pembungkusnya dapat dibuka.
Terimakasi kepada pembimbing saya selama menimbah ilmu di laboraturium Kimia Air Makanan dan Minuman Analis Kesehatan Mega Rezky Makassar. 2008
- Mursalim, S.Pd, M.Si (Kajur)
- Huslawati, A.Md., KL
- Yudistira, A.Md., AK
[IMUNOLOGI] - Pemerikasaan Golongan Darah (Metode Tile)
Tujuan:
Untuk melihat raksi aglutinasi antara suspens darah dan plasma.
Dasar Teori:
Darah digolongkan kedalam 4 golongan besar, yaitu A, B, AB, dan O. Penggolongan darah tersebut berdasarkan kandungan aglutinogen dan aglutin di dalam darah. Aglutinogen adalah protein dalam sel darah merah yang digumpalkan oleh aglutin. Ada dua macam aglutinogen yaiti aglutinogen A dan B. Aglutin adalah protein di dalam plasma darah yang dapat menggumpalkan aglutinogen.
Aglutinin merupakan zat antibody yang terbagi menjadi dua bagian yaitu, aglutinin A dan B. Aglutinin A disebut juga sebagai serum anti A atau penggumpal aglutinogen A. Aglutinin B disebut sebagai serum anti B atau penggumpal aglutinogen B. Penggolongan darah sistem ABO berdasarkan ada tidaknya aglutinogen dan aglutinin:
Golongan Darah
|
Aglutinogen
|
Aglutinin
|
A
|
A
|
B
|
B
|
B
|
A
|
A-B
|
A & B
|
-
|
O
|
-
|
A & B
|
Alat:
- Rak tabung
- Tabung reaksi
- Pipet Tetes
- Sentrifus
- Spoit
- Torniquet
- Beaker glass
- Kapas alkohol
Bahan:
- sampel darah A, B, dan O
- EDTA 10 %
- NaCl 0,9 %
Cara kerja:
- Ambil darah vena pasien sebanyak 2 ml pada masing-masing yang bergolongan darah A, B, & O.
- Masukkan masing-masing sampel darah A, B, dan O ke dalam tabung reaksi.
- Disentrifuse selama 5 menit dengan kecepatan 3500 rpm. Setelah itu, bagain darah dan serum akan terpisah.
- Serum dipindahkan ke tabung reaksi lain.
- Dilakukan pencucian sebanyak 3 kali.
Cara pencucian:
- Darah yang dipisahkan dengan serum ditambahkan NaCl sampai 3/4 tabung.
- Disentrifuse lagi dan supernatan dibuang ( ini dilakukan sebanyak 3 kali dengan menggunakan NaCl 0,9 % ).
- Setelah pencucian selesai, dibuat suspensi eritrosit 2 dan 5 %.
Cara pembuatan suspensi eritrosit 2 % :
- Diambil masing-masing darah A, B, O dengan menggunakan pipet tetes sebanyak 2 tetes. Dipindahkan ke tabung reaksi lain.
- Ditambahkan NaCl sebanyak 98 tetes (homogenkan).
Cara pembuatan suspensi eritrosit 5 % :
- Diambil darah masing-masing A, B, O sebanyak 5 tetes ke tabung reaksi lain.
- Ditambahkan NaCl sebanyak 95 tetes (homogenkan).
- Diambil masing-masing serum dari darah A, B, O sebanyak 2 tetes dan diletakkan diatas objek glass.
- Serum tadi di tambahkan darah sebanyak 1 tetes dari seorang pasien yang belum diketahui golongan darahnya.
- Dihomogenkan dan diamati aglutinasi yang terjadi.
Cara pembacaan hasil:
Hasil: Terjadi aglutinasi pada B dan O
Jadi, golongan darah pasien adalah golongan darah A
----------- Percobaan Sukses!!!! -------------
Yey!! XDD :D hahaha
Yey!! XDD :D hahaha
[IMUNOLOGI] - Pemeriksaan Suspensi Eritrosit
Tujuan:
Untuk melihat reaksi aglutinasi pada tes golongan darah.
Prinsip Kerja:
Suspensi Eritrosit A, B, dan O ditambahkan darah kemudian dilihat aglutinasi yang terjadi
Dasar Teori:
- Pipet tetes
- Vacum tener ( tabung vacum )
- Rak tabung
- Sentrifus
Bahan: NaCl
Sampel: Darah
Cara Kerja:
Untuk melihat reaksi aglutinasi pada tes golongan darah.
Prinsip Kerja:
Suspensi Eritrosit A, B, dan O ditambahkan darah kemudian dilihat aglutinasi yang terjadi
Dasar Teori:
Klik Golongan darahAlat:
- Pipet tetes
- Vacum tener ( tabung vacum )
- Rak tabung
- Sentrifus
Bahan: NaCl
Sampel: Darah
Cara Kerja:
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
- Mula-mula diambil darah vena dengan menggunakan Vacum Tener sebanyak yang dibutuhkan lalu ditambahkan NaCl 0,9 % sampai batas.
- Setelah itu darah yang sudah dicampur NaCL, disentrifus selama 1 menit dengan 3500 rpm. Supernatan (cairan yang bagian diatas setelah disentrifus) dibuang dan dilakukan pencucian sebanyak tiga kali.
- Disiapkan satu tabung reaksi dan dilakukan perbandingan 40% dengan darah yaitu, 40 tetes darah + 60 tetes NaCl 0,9% homogenkan.
- abil alat plate, diteteskan masing-masing antigen A, B, dan AB sebanyak 1 tetes, kemudian diteteskan suspensi eritrosit sebanyak 1-2 tetes pada masing-masing antigen.
- Diamati aglutinasi yang terjadi dan hasilnya bisa dilihat.
Perbandingan darah yang dilakukan:
1% = 1 : 99
2% = 2 : 98 → beberapa tetes ditambahkan NaCl
5% = 5 : 95
10% = 10 : 90
20% = 20 : 80
40% = 40 :60
10% = 10 : 90
20% = 20 : 80
40% = 40 :60
[IMUNOLOGI] - Tes Kehamilan
Tujuan:
Untuk mengetahui seorang wanita (dewasa) hamil atau tidak
Prinsip kerja:
Pemeriksaan tes kehamilan dilakukan pada urine yang mengandung HCG dicelupkan pada strip yang ditandai dengan anti HCG dan akan terjadi ikatan - ikatan antara urine dan zat anti HCG (yang diambil dari tikus dan kambing *hewan mamalia*) di strip yang akan bergerak di sepanjang membran strip kemudian membentuk ikatan yang kompleks sehingga terjadi garis merah.
Dasar Teori:
- Pada wanita hamil, tubuhnya akan memproduksi suatu hormon yang disebut HCG (Human Chorionic Ganodtripin). Hormon ini akan muncul setelah fertilisasi.
- Produksi hormon HCG akan bertambah banyak selama trimester pertama. Compact test merupakan tes kehamilan yang sangat sensitif (25 ml mikron/ml HCG). Pengetesan dapat dilakukan pada saat terlambat mendapatkan haid atau 7 hari setelah berhubungan.
- mengartikan hasil tes
- Hasil test akan terlihat dalam 2-3 menit. Tidak boleh menggunakan hasil tes yang telah lebih dari 8 menit sebagai patokan.
- Pada saat alat tes mulai bekerja, akan muncul satu garis pada jendela kontrol dimana garis tersebut adalah garis kontrol yang mengartikan bahwa tes bekerja dengan benar.
- Apabila pada kontrol kedua muncul garis lagi, maka alat tes telah mendeteksi adanya hormon HCG dan menunjukkan adanya kehamilan.
- Waktu yang tepat untuk mengguanakan alat tes kehamilan : Karena alat tes kehamilan bekerja dengan memerikasa kadar HCG dalam urine maka waktu yang terbaik untuk melakukan tes kehamilan adalah pada saat pagi hari dimana kadar hormon HCG menumpuk.
- Adanya tumor dalam tubuh yang menghasilkan HCG, seperti tumor jaringan plasenta (trofoblastik), tumor indung telur yang menghasilkan HCG dan lain sebagainya. Hal ini pula yang dapat menyebabkan hasil positif pada alat tes keamilan.
Alat: Compact Test (strip)
Bahan: Wadah urine (sekali pakai)
Sampel: Urine
Cara kerja:
- Mengambil sampel urine yang sudah ditampung dalam wadah.
- Dicelupkan strip selama 30-60 detik. Setelah dicelup, strip diletakkan dalam posisi melintang (vertikal), ditunggu selama 1-3 menit.
- Setelah 3 menit berlalu hasil sudah dapat dilihat.
Cara pembacaan hasil tes:
- Hasil Negatif: Munculnya 1 garis pada kontrol yang menandakan bahwa tidak hamil.
- Hasil Positif: Munculnya 2 garis pada kontrol yang menandakan telah hamil.
- Hasil tidak valid: Apabila garis pada kontrol tidak muncul berarti tes tidak dilakukan dengan benar.
- yagamiichan -
